SURVEY 1&2 KE DESA KANGKUNG
🌱SURVEY KKN DI DESA KANGKUNG DUSUN SENGGRONG 🌱
Pada 18 Juli 2025 yaitu survey pertama, KKN Kelompok 20 melakukan kunjungan ke Kantor Kepala Desa dan bertemu Bu Carik, Asrida Puspita Sari, guna koordinasi awal pelaksanaan program KKN. Fokus utama pembahasan adalah program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pendataan disarankan dilakukan siang hari, dengan menilai kondisi rumah, aset, dan kepemilikan warga agar bantuan tepat sasaran. Pendekatan dilakukan secara interaktif dan memotivasi warga agar lebih mandiri. Data harus disertai dokumentasi, dan jika ada perubahan kondisi rumah, akan dilakukan seleksi ulang. Desa memiliki fasilitas kesehatan seperti posyandu balita, lansia, remaja, ibu hamil, dan kelas balita, serta didukung PKD.
Terdapat 3 dusun dan 46 RT, dengan kegiatan warga berlangsung pagi hingga malam. Sektor pendidikan mencakup 3 SD dan 1 MI. UMKM desa cukup aktif, meliputi pembuatan keripik, lukisan pelepah pisang, mebel, dan sangkar burung, serta telah menerapkan QRIS dan pelatihan.
Program kerja yang dibutuhkan mencakup pendampingan belajar, penanganan stunting dan gizi buruk, pembuatan peta wilayah terbaru, pengembangan BUMDes dan rumah kaca, serta solusi pengelolaan sampah dan pembuatan polisi tidur dari ban bekas. Mahasiswa diminta membuat posko utama, mengikuti seluruh kegiatan desa, dan melibatkan perangkat desa dalam setiap kegiatan. Koordinasi dilakukan Senin–Jumat melalui Bu Carik atau Pak Kades. Mahasiswa diminta menyusun rancangan program awal berdasarkan kebutuhan desa, dengan pendampingan DPL saat penerjunan.
🌱SURVEY KKN KEDUA 🌱
Pada 22 Juli 2025 dilakukan survey kedua, KKN Kelompok 20 mendapatkan penempatan lokasi di Dusun Senggrong. Dalam kunjungan ini, tim langsung bertemu dengan Bu Mujiaroh, selaku Kepala Dusun Senggrong, yang dengan ramah memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi wilayah dusun, termasuk denah permukiman dan pembagian RT di Senggrong. Beliau memaparkan letak rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan yang akan sangat berguna untuk merancang dan menyesuaikan program kerja sesuai kebutuhan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, tim juga mulai melakukan pencarian lokasi posko yang strategis untuk kegiatan KKN selama beberapa minggu ke depan. Beberapa opsi lokasi dibahas bersama Bu Kadus, mempertimbangkan faktor seperti kemudahan akses, jarak dengan titik kegiatan, serta kenyamanan untuk kegiatan administratif dan koordinasi tim. Posko ini nantinya akan menjadi pusat aktivitas KKN, tempat koordinasi harian, penyimpanan dokumen, hingga pelaksanaan program seperti bimbingan belajar atau sosialisasi kepada warga. Survei ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pemetaan wilayah serta memastikan kesiapan teknis sebelum penerjunan dilakukan secara penuh.

Komentar
Posting Komentar